I k h l a s


Ada tiga cara melaksanakan ikhlas pada setiap aktivitas kita (1) ikhlas
dalam berkata, perkataan dan segala yang berkaitan dengan lidah (2)
ikhlas dalam hati dan (3) ikhlas dalam aktivitas, perbuatan, pengamalan
dan semua ibadah kita kepada Allah swt.



Keempat komponen (1) syukur, (2) sabar, (3) maaf (4) tobat kalau
dibuatkan illustrasi adalah bagaikan dinding dari sisi-sisi kubus,
syukur dinding sebelah depan, Sabar dinding belakang, maaf dinding
sebelah kiri dan tobat dinding sebelah kanan.



Ikhlas sebagai dinding bawah (alas) kubus, sedangkan dinding atas
adalah bahagian diri kita yang terbuka kepada Allah swt yang akan diisi
oleh Allah swt sesuai amalan dari kelima dinding tersebut.



Andaikan isinya telah ada, namun oleh karena ada salah satu komponen
dari kelimanya ‘lemah’ mungkin kurang syukur, atau tidak sabar ataukah
enggan memberi maaf atau malas bertobat,



maka dinding kubus kita yang lemah ‘terbuka’ maka dapat dibayangkan
bagaimana tentang isinya, Insya Allah ‘tumpah’ melalui dinding yang
lemah tadi.



Boleh saja tumpah ke depan, ke belakang, ke samping kiri atau kanan.
Apatah lagi kalau kelemahan itu lebih dari satu. Namun yang paling
rawan jika kelemahan itu ada pada dasar kubus kita (Ikhlas).



Kalau ini yang lemah bagaimana pun kuatnya dinding depan, belakang,
kiri atau kanan, tapi tumpah ke bawah dan tak ada yang tersisa karena
’keikhlasan’ kita tidak ada.         

(Noer Bahry Noor)

Sudah Ikhlaskah ® dalam ibadahku kepada Mu ya ALLAH…..
Sudah Ikhlaskah
® menghadapi cobaan Mu ya ALLAH……….
Sudah Ikhlaskah
® menerima kehilangan……………………

®  belajar tuk menjadi ikhlas…

®  lega melepas kepergiannya

®  tidak menaruh sakit hati

®  menerima kenyataan kalo ®  telah kalah…

®  berusaha menjadi lebih baik lagi

Apakah ®  sudah ikhlas…

One Response to “I k h l a s”

  1. Dea Says:

    aihhh.. bpotensi y… mirip aa gym d..

Leave a Reply